Hadits Shahih Tentang Celana Cingkrang

Kebanyakan mereka memakai pakaian yang terbuat dari kulit kambing catatan. Desainnya gombrong dan mirip dengan celana kargo.

Follow Nasihatsahabatcom Http Nasihatsahabat Com Nasihatsahabat Mutiarasunnah Motivasiislami Petuahulama Hadist Hadits Nasihat Motivasi Islam Kutipan

Mereka tidak punya pakaian yang layak.

Hadits shahih tentang celana cingkrang. Jika hal itu dilakukan karena keangkuhan maka hukumnya adalah haram. Dari uraian di atas yang bersumber dari hadits-hadits shahih dan pendapat ulama besar madzhab Syafii Imam al-Nawawi rahimahullah menunjukkan bahwa tidak memanjangkan kain baik sarung celana gamis dan lainnya di bawah mata kaki sering disebut dengan cingkrang adalah sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Belum ditemukan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah memakai celana panjang apalagi celana cingkrang.

Imam Ibnu Quddamah al-Hanbali dalam kitabnya al-Mughni mengatakan memanjangkan busana berupa jubah atau celana hingga mata kaki hukumnya makruh. Dahulu zaman nabi terdapatlah suatu dimana dalam masyarakat tersebut dilanda kemiskinan. Karena keadaan mereka sangat miskin mereka pun membuat celana dengan bahan yang terbatas hanya sampai 34 bagian kaki.

Jadi buat ikhwan salafi wahabi dan semisalnya janganlah bangga dengan celana cingkrang yang katanya nyunnah demi menghindari isbal. Kemudian ketika sedang shalat berjamaah di masjid. Mereka membenarkan kekerasan atas nama jihad.

1 Meneladani Rasulullah SAW Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah QS. Dari sisi lain mengartikan hadits ini hanya dengan celana cingkrang adalah tidak tepat karena nabi menyebut hadits itu dengan kata pakaian tsaub sementara pakaian tidak hanya celana tetapi juga baju surban kerudung dan lainnya. Dalil Tentang Celana Cingkrang.

Inilah yang dipahami dari hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang menyebutkan larangan isbal atau larangan menjulurkan sarung atau celana hingga menyentuh tanah. Hukuman untuk kasus pertama ini sangat berat yaitu Allah tidak akan berbicara dengannya juga tidak akan melihatnya dan tidak akan disucikan serta baginya azab siksaan yang pedih. Demokrasi dianggap sebagai sistem yang menduakan kedaulatan Tuhan karena itu syirik dan thâghât.

Dari sisi lain mengartikan hadits ini hanya dengan celana cingkrang adalah tidak tepat karena nabi menyebut hadits itu dengan kata pakaian tsaub sementara pakaian tidak hanya celana tetapi juga baju surban kerudung dan lainnya. Saya mengapresiasi hal itu. Dari hadits-hadits di atas terdapat dua bentuk menjulurkan celana dan masing-masing memiliki konsekuensi yang berbeda.

Itulah sebabnya ulama menyatakan bahwa keharaman itu berlaku umum kepada semua jenis pakaian. Itulah sebabnya ulama menyatakan bahwa keharaman itu berlaku umum kepada semua jenis pakaian. Sebab tidak ditemukan dalil hadis bahwa Rasulullah pernah memakai celana apalagi penjelasan celana beliau di atas mata kaki.

Redaksi Awalnya penulis terkejut ketika diajak tokoh Salafi mendiskusikan pakaian isbal yang akhirnya disimpulkan kenapa harus cingkrang. Celana cingkrang berdasarkan informasi yang saya dapat merupakan bagian dari kebudayaan yang lekat kaitannya dengan Rasulullah Muhammad SAW. Belum ditemukan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah memakai celana panjang apalagi celana cingkrang.

Ideologi ini menjelma dalam Al-Qaeda ISIS Jamaati Islam dan Taliban. Untuk celana sirwal yang satu ini adalah celana sirwal yang mempunyai 4 buah kantong celana ini sangat cocok sekali di gunakan untuk aktifitas di lapangan karena bahan sangat nyaman dan tidak mudah kotor. Dari sisi lain mengartikan hadits ini hanya dengan celana cingkrang adalah tidak tepat karena nabi menyebut hadits itu dengan kata pakaian tsaub sementara pakaian tidak hanya celana tetapi juga baju surban kerudung dan lainnya.

Mereka konsen dengan urusan cadar jenggot dan celana cingkrang sekaligus sistem politik. Ikhwan Salafi yang menghukumi sunnah memakai celana cingkrang adalah dari hasil Qiyas analogi pada hadis larangan Isbal memanjangkan pakaian di bawah mata kaki maupun keumuman hadis larangan isbal pada pakaian. Panjang celana ini.

Saya ingi berpendapat dalam hal celana cingkrang. Dari sisi lain mengartikan hadits ini hanya dengan celana cingkrang adalah tidak tepat karena nabi menyebut hadits itu dengan kata pakaian tsaub sementara pakaian tidak hanya celana tetapi juga baju surban kerudung dan lainnya. Ini menandakan kemiskinan waktu dahulu.

Maka Rasulullah ﷺ bersabda. Sesungguhnya engkau bukanlah orang yang mengerjakannya dengan sombong HR al-Bukhari Dalam hadits tersebut nampak terlihat bahwa terjulurnya kain pakaian Abu Bakr hingga melewati mata kaki BUKANLAH ATAS KESENGAJAAN BELIAU. Oleh karena itu buat ikhwan Salafi-Wahabi dan semisalnya jangan lah bangga dengan celana cingkrang yang katanya nyunnah demi menghindari isbal.

Setiap Muslim hendaknya mengikuti sunnah-sunnahnya agar mendapat kecintaan Allah Taala sebagaimana firman-Nya. Yang penting aurat tertutup. Pendapat Ulama tentang Celana Cingkrang.

PWMUCO Isbal alias pakaian cingkrang masih menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Itulah sebabnya ulama menyatakan bahwa keharaman itu berlaku umum kepada semua jenis pakaian. Karenanya tak jarang orang-orang berbondong untuk mengenakannya dengan tujuan agar menjadi lebih dekat dengan kekasih Allah itu.

Penggunaan celana cingkrang ternyata sudah pernah dibahsa sejak zaman Rasulullah SAW berikut ini terdapat beberapa dalil dan pendapat ulama terkait penggunaan celana cingkrang sebagai salah satu pakaian sehari-hari antara lain. Menurut para ulama berikut ini pandangan mereka terkait celana cingkrang. Kasus yang pertama -sebagaimana terdapat dalam hadits Ibnu Umar di atas- yaitu menjulurkan celana di bawah mata kaki isbal dengan sombong.

Itulah sebabnya ulama menyatakan bahwa keharaman itu berlaku umum kepada semua jenis pakaian. Berikut kajian ahli hadits Dr Zainuddin MZ LC MA Direktur Turats Nabawi Pusat Studi Hadits. Celana ini belakangan memang banyak digunakan oleh sebagian masyarakat muslim Indonesia karena diyakini sebagai perintah agama.

Barang siapa yang tidak mempunyai sarung maka pakailah celana bagi yang berihrom Shahih Al-Bukhari Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa jika melihat dhahir hadits ini menjelaskan tentang kebolehan memakai sepatu jika tdk punya sandal dan boleh memakai celana jika tdk memiliki kain bagi yang sedang ihrom. Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Karena di dalam lafadz hadits itu disebutkan.

Pin Di Poster Dakwah Amp

Follow Nasihatsahabatcom Http Nasihatsahabat Com Nasihatsahabat Mutiarasunnah Motivasiislami Petuahulama Hadist Hadits Nasihat Motivasi Islam Kutipan

Pin Oleh Cattleya Zay Di Muslim Quotes Kutipan Agama Motivasi Doa