Hadits Syafii Tentang Celana Cingkrang

Pendapat Ulama tentang Celana Cingkrang. Memakai pakaian atau celana ngatung agar tidak isbal adalah ajaran aneh dan nyeleneh.

Hadits Tentang Istiqomah Dalam Belajar Sumber Ilmu

Belum ditemukan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah memakai celana panjang apalagi celana cingkrang.

Hadits syafii tentang celana cingkrang. Dalam tradisi sejumlah lapisan masyarakat pada masa itu panjang busana dijadikan sebagai tolok ukur bagi kualitas dan strata sosial yang bersangkutan. Khusus soal celana cingkrang berikut ini terdapat beberapa dalil hadis terkait penggunaan celana cingkrang sebagai salah satu pakaian sehari-hari. Memanjangkan kain dan sifat sombong.

Mereka membenarkan kekerasan atas nama jihad. PWMUCO Isbal alias pakaian cingkrang masih menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Isbal adalah menjulurkan pakaian baik celana sarung gamis dan sejenisnya hingga menutupi atau melebihi mata kaki.

Berikut kajian ahli hadits Dr Zainuddin MZ LC MA Direktur Turats Nabawi Pusat Studi Hadits. Tapi sekarang kan tidak berbeda dengan pada zaman Nabi yang dilihat hanya pada kainnya. Panjang celana ini.

Namun titik fokus atau penekanannya ada pada kesombongan. Orang memakai celana cingkrang karena yakin bahwa Nabi tidak menyukai pakaian yang menutup mata kaki. Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Dari sisi lain mengartikan hadits ini hanya dengan celana cingkrang adalah tidak tepat karena nabi menyebut hadits itu dengan kata pakaian tsaub sementara pakaian tidak hanya celana tetapi juga baju surban kerudung dan lainnya. Hadis riwayat Muslim nomor 5574. Demokrasi dianggap sebagai sistem yang menduakan kedaulatan Tuhan karena itu syirik dan thâghât.

Mereka konsen dengan urusan cadar jenggot dan celana cingkrang sekaligus sistem politik. 1 Hadis riwayat Bukhari 3665 Muslim 2085 Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار.

Redaksi Awalnya penulis terkejut ketika diajak tokoh Salafi mendiskusikan pakaian isbal yang akhirnya disimpulkan kenapa harus cingkrang. Oleh karena itu buat ikhwan Salafi-Wahabi dan semisalnya jangan lah bangga dengan celana cingkrang yang katanya nyunnah demi menghindari isbal. Hadis riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar RA menyebutkan demikian yaitu barang siapa yang memanjangkan pakaiannya karena sombong khuyala Allah tidak akan melihatnya kelak pada hari kiamat.

Ikhwan Salafi yang menghukumi sunnah memakai celana cingkrang adalah dari hasil Qiyas analogi pada hadis larangan Isbal memanjangkan pakaian di bawah mata kaki maupun keumuman hadis larangan isbal pada pakaian. Penggunaan celana cingkrang ternyata sudah pernah dibahsa sejak zaman Rasulullah SAW berikut ini terdapat beberapa dalil dan pendapat ulama terkait penggunaan celana cingkrang sebagai salah satu pakaian sehari-hari antara lain. Hal ini juga berkaitan dengan hadits tentang larangan isbal yaitu memanjangkan kain dibawah mata kaki.

Kain yang panjangnya dibawah mata kaki tempatnya adalah neraka Hadits Riwayat Bukhari no5787 Demikian pula sabda Nabi saw. Itulah sebabnya ulama menyatakan bahwa keharaman itu berlaku umum kepada semua jenis pakaian. Keyakinan larangan ini berdasarkan hadits Nabi saw.

Orang yang tidak isbal biasa disebut cingkrang. Poin pentingnya ada dua. Sebab tidak ditemukan dalil hadis bahwa Rasulullah pernah memakai celana apalagi penjelasan celana beliau di atas mata kaki.

Desainnya gombrong dan mirip dengan celana kargo. Allah tidak akan melihat orang yang menyeret pakaiannya dalam keadaan sombong. Lantas benarkah bahwa celana cingkarang itu sunnah Nabi.

Eko lalu menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud mengolok hadis tersebut melainkan menyoroti terkait orang yang menyombongkan diri dengan memanjangkan pakaiannya. Yang memakai cadar meyakini bahwa muka adalah aurat. Hukum mengenakan celana cingkrang Dasar hukum dari penggunaan celana cingkrang ialah beberapa hadis Nabi yang diriwayatkan Muslim dan imam lainnya berikut di antaranya.

Mereka beranggapan bahwa memakai celana tersebut merupalan sunnah Nabi. Ada hadis yang membahas soal itu. Dari dua hadis di atas diketahui bahwa Nabi SAW pun menganjurkan bahkan memakai kain pakaian diatas mata kaki cingkrang.

Untuk celana sirwal yang satu ini adalah celana sirwal yang mempunyai 4 buah kantong celana ini sangat cocok sekali di gunakan untuk aktifitas di lapangan karena bahan sangat nyaman dan tidak mudah kotor. Imam An-Nawawi Asy-syafii rahimahullah menerangkan tentang bagaimana pakaian lelaki yang dianjurkan. Artinya silakan mengenakan celana cingkrang untuk menjauhkan diri dari kesombongan.

Menurutnya memakai celana cingkrang untuk menyombongkan diri itu sama saja buruknya. Tapi orang yang menyombongkan dengan memanjangkan pakaiannya. Lebih lagi larangan isbal dibahas oleh ulama 4 madzhab besar dalam Islam dan sama sekali bukan hal aneh dan asing bagi orang-orang yang mempelajari agama.

Bagaimana mungkin larangan isbal dalam Islam dianggap nyeleneh padahal dalil mengenai hal ini sangat banyak dan sangat mudah ditemukan dalam kitab-kitab hadits dan buku-buku fiqih. Namun diperbolehkan untuk seseorang muslim menurunkan celananya akan tetapi dengan syarat tidak sampai menutupi mata kaki. Dalil Tentang Celana Cingkrang.

Hadis riwayat muslim nomor 306.

Annajiyahdesign On Instagram Hadits Hari Ini Hadits Sombong Nerakajahanam Yuktaklim Yukngaji Muslim Quotes Islamic Quotes Quotes

Syarah Al Baiquniyah 09 10 Mengenal Hadits Aziz Dan Masyhur

Syubhat Seputar Larangan Isbal